Memahani Sensor Digital Dan Crop Factor Pada Kamera DSLR

Penjelasan Crop Factor Mengetahui Perbedaan APS-C dan Full-Frame 02Kamera digital saat ini sudah semakin modern dan maju dengan teknologi dan fitur yang sangat canggih yang bisa memudahkan penggunanya saat mengambil foto. Pada kamera digital tentunya terdapat fitur yang memudahkan penggunya untuk pengambilan gambar yaitu fitur sensor digital dan crop factor.

pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai crop factor pada kamera digital . Bagian utama dari sebuah kamera digital adalah sensor digital. Alat ini digunakan untuk menggantikan klise atau negatif film yang dulunya digunakan pada kamera analog, dan untuk menangkap gambar dan mengubahnya menjadi sinyal digital.

nformasi berupa sinyal digital ini selanjutnya diproses oleh chip kamera dan diterjemahkan sebagai file gambar.Pada saat berbicara mengenai sensor kamera, umumnya yang pertama terbayang adalah Megapixel atau resolusi sensor. Tapi sebelum membahas besaran resolusi ini, terlebih dahulu kita bahas mengenai dimensi fisik sensor yang sangat berpengaruh pada kualitas detail gambar.

1. Ukuran fisik sensor
Ada beberapa jenis ukuran fisik sensor sesuai desain kamera, mulai dari sensor full frame, APS-C, kamera four third, sensor 1″, sensor 1/2.3″ yang sering digunakan untuk kamera saku, dan ukuran sensor untuk HP. Sensor full frame umumnya digunakan pada kamera DSLR high end, seperti Canon 5D Mark III atau Nikon D800. Sedangkan sensor crop (APS-C, atau DX umum digunakan pada DSLR menengah hingga entry level, semisal Canon 600D atau Nikon D5100.

Sensor four third saat ini sangat umum digunakan pada kamera Mirrorless Micro Four Third (MFT atau M4/3) dari Olympus dan Panasonic. Sensor dengan ukuran lebih kecil lagi disebut sebagai sensor 1″, digunakan pada kamera Mirrorless Nikon 1 (CX), dan kamera Sony RX10 dan RX100.

Kamera saku umumnya memiliki sensor yang lebih kecil, biasanya disebut dengan ukuran 1/1.5″ hingga 1/2.3″. Dan terakhir adalah pada perangkat smartphone, sensor gambar yang digunakan memiliki ukuran lebih kecil lagi.Pada umumnya foto yang dihasilkan oleh sensor ukuran besar memiliki kelebihan pada ketajaman, kedalam warna, dan jiga lebih sedikit noise.

Hal ini terjadi karena permukaan yang lebih luas memungkinkan setiap titik pixel menangkap cahaya dengan lebih optimal, dan akhirnya diperoleh foto dengan detail warna yang lebih baik. Akan tetapi disisi lain, kamera dengan sensor yang lebih besar menjadi semakin berat dan semakin mahal untuk jenis teknologi yang sama.

3_3_3_crop_factor

2. Crop Factor
Masih berhubungan dengan sensor kamera, dalam fotografi juga dikenal istilah “crop factor” yang merupakan perbandingan ukuran (diagonal) sensor kamera terhadap kamera full frame atau format film 35mm. Sensor jenis full frame digunakan sebagai acuan karena ukurannya yang kurang lebih sama dengan permukaan klise film analog.

Nilai perbandingan ini mempengaruhi sudut pandang yang diperoleh dengan lensa pada focal length tertentu (baca tentang Focal Length Lensa). Sebagai contoh, lensa dengan focal length 14mm pada kamera M4/3 (CF = 2.0) akan memiliki sudut pandang yang sebanding dengan lensa 28mm pada kamera full frame.

Crop factor sering dimanfaatkan oleh fotografer untuk mendapatkan efek lensa tele yang lebih panjang. Sebagai contol lensa 300mm pada sensor APS-C, akan memiliki lebar sudut pandang yang serupa dengan lensa 480mm pada sensor full frame.Itulah sedikit ulasan dan penjelasan tentang crop factor pada kamera digital. semoga bisa membuat anda semakin paham dan bisa anda jadikan referensi supaya dalam pengambilan foto anda semakin jadi lebih bagus lagi.

crop-factor

BACA JUGA TEKNIK FOTOGRAFI LAINNYA atau
BACA JUGA BESIC FOTOGRAFI LAINNYA

BACA JUGA TEMPAT WISATA YANG ADA DI INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *